Tab Menu

Kamis, 23 Maret 2017

DFD (MPPL 4)

 PENGERTIAN
  DFD (Data Flow Diagram) suatu diagram yang menggunakan notasi-notasi untuk menggambarkan arus dari data sistem, yang penggunaannya sangat membantu untuk memahami sistem secara logika, tersruktur dan jelas. DFD biasanya digunakan sebagai perangkat penting dalam memodelkan sistem.

TEMPLATE / CARA


Entitas Eksternal
§  Entitas (kesatuan) diluar sistem yang akan dimodelkan.
§  Memberikan input atau menerima output dari/ke sistem.
§  Berupa orang, organisasi, sumber informasi lain atau penerima akhir suatu laporan
  • Entitas yang berada diluar sistem, yang memberikan data kepada sistem (source) atau yang menerima informasi dari sistem (sink), dapat berupa orang, organisasi dll.
  • Tidak Termasuk Bagian Dari Sistem

Proses
§  Kegiatan atau kerja yang dilakukan oleh orang, mesin atau komputer dari hasil arus data yang masuk ke dalam proses untuk dihasilkan arus data yang akan keluar dari proses.
§  Suatu proses adalah kegiatan atau proses sering juga disebut sebagai bubble.
§  Nama proses terdiri dari kata kerja dan kata benda yang mencerminkan fungsi proses tersebut.

Data Flow
¡  Menggambarkan aliran data dari satu proses ke proses lain
¡  Menggunakan anak panah

Jenis data flow:
§  Convergen Data Flow (Arus data Mengumpul)
Arus data yang mengumpul, yaitu Arus data yang berbeda dari sumber yang berbeda mengumpul ke tujuan yang sama.
§  Divergen Data Flow (Arus data Menyebar)
 Arus data yang menyebar, yaitu Arus data yang sama dari sumber yang sama menyebar ke tujuan yang berbeda. 

Data Store
¡  Dapat berupa suatu file atau suatu sistem database dari suatu komputer, suatu arsip/dokumen, suatu agenda/buku`
¡  Tempat Menyimpan Data (Database= File/Table, Arsip,buku Catatan).
¡  Proses Dapat Mengambil Data Dari Atau Memberikan Data Ke Data   Store.
¡  Nama Data Store Harus Mencerminkan Isi Dari Data Store Tersebut.
¡  Bila Namanya Lebih Dari Satu Kata , Maka Harus Diberi Kata Sambung.

Langkah-langkah pembuatan DFD
1.       Identifikasi semua kesatuan luar yang terlibat dengan sistem
2.       Identifikasi input dan output yang berhubungan dengan kesatuan luar
3.       Buatlah gambaran dari konteks diagram

DFD dapat diturunkan kedalam beberapa level dimana level yang rendah harus bisa mereprensentasikan proses tersebut dalam spesifikasi proses yang lebih jelas
           
Level-level DFD : 
1.       DFD level 0 (DFD Context) : DFD yang menjelaskan alur sistem secara garis besar saja.
2.       DFD level 1 : Penggambaran context diagram yang lebih rinci (overview diagram)
Hal Yang harus diperhatikan :
      Dapat memperlihatkan data store yang digunakan
      Keseimbangan antara diagram kontex dan diagram nol harus dipelihara
3.       DFD level 2: Tiap-tiap proses level 1 akan digambarkan rinci
Hal Yang harus diperhatikan :
      Keseimbangan data store yang digunakan
      Keseimbangan aliran data antara diagram nol dan diagram rinci

Contoh penomoran proses pada DFD
Nama Level
Nama Diagram
Nomor Proses
0
Konteks
0
1
Diagram Nol
1.0, 2.0, 3.0…
2
Diagram Rinci 1.0
1.1, 1.2, 1.3…
2
Diagram Rinci 2.0
2.1, 2.2, 2.3…
2
Diagram Rinci 3.0
3.1, 3.2, 3.3…
3
Diagram Rinci 1.1
1.1.1, 1.1.2, …
3
Diagram Rinci 1.2
1.2.1, 1.2.2, …
3
Diagram Rinci 1.3
1.3.1, 1.3.2, …
Dst..


Peraturan DFD
§  Semua objek harus memiliki nama
§  Aliran data harus diawali dan diakhiri oleh proses
§  Semua aliran data harus memiliki tanda panah

Teknik Membuat DFD
1.     Identifikasi nama setiap external entity.
2.     Entitas yang berada diluar sistem, yang memberikan data kepada sistem (source) tau yang menerima informasi dari sistem (sink), dapat berupa orang, organisasi dll.
3.     Entitas eksternal tidak termasuk bagian dari sistem artinya external entity tidak pernah melakukan proses baca atau tulis didalam tempat penyimpanan data (data store).
4.     Nama terminal (external entity) berupa kata benda.


CONTOH STUDI KASUS
Sistem Informasi Rukun Tetangga

Deskripsi Proses dan Data

1       Data Flow Diagram Level 0

Gambar Data Flow Diagram Level 0

2       Data Flow Diagram Level 1

Gambar Data Flow Diagram Level 1
3       Data Flow Diagram Level 2
Gambar Data Flow Diagram Level 2 Surat
Gambar Data Flow Diagram Level 2 Laporan Rekapitulasi Keuangan
Gambar Data Flow Diagram Level 2 Saran dan Keluhan
Gambar Data Flow Diagram Level 2 Data War

Gambar Data Flow Diagram Level 2 Agenda Kegiatan

Sabtu, 11 Maret 2017

Proposal Penawaran - (MPPL 3)

PROPOSAL APLIKASI
SISTEM INFORMASI RUKUN TETANGGA (SIRT)

1.     LATAR BELAKANG
Rukun Tetangga merupakan merupakan suatu organisasi kemasyarakatan yang dibentuk melalui musyawarah masyarakat setempat dalam rangka pelayanan pemerintahan dan kemasyarakatan yang ditetapkan oleh kelurahan dan dibina oleh pemerintah. RT memiliki peranan yang penting dalam memelihara serta melestarikan nilai – nilai kehidupan masyarakat. Oleh karena itu,  sebagai RT harus dapat memberikan layanan yang baik bagi warganya sehingga tercipta lingkungan masyarakat yang nyaman dan tentram.

Dalam menjalankan tugasnya, RT mengalami beberapa kendala, salah satunya yaitu ketika warga sedang membutuhkan pelayanan yang cepat padahal kenyataannya RT tidak selalu 24 jam berada di rumah siap sedia untuk melayani warganya.

Sistem informasi rukun tetangga merupakan sistem baru untuk memudahkan RT dalam melayani warganya. Selain itu, dengan adanya sistem informasi rukun tetangga ini pula, warga pun juga akan menjadi lebih mudah dalam melakukan urusan terkait RT, hal ini dikarenakan sistem dapat diakses dengan mudah dimanapun dan kapanpun.

2.     MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud yang dikehendaki dari kegiatan ini adalah pembangunan aplikasi Sistem Informasi Rukun Tetangga yang berbasis online.
Sedangkan berikut ini adalah beberapa tujuan dari pembangunan aplikasi Sistem Informasi Rukun Tetangga (SIRT) :
a.      Memberikan informasi mengenai profil RT
b.     Memberikan informasi tentang kegiatan – kegiatan RT
c.      Membantu warga  dalam pengajuan surat – surat tertentu kepada kepala RT
d.     Menyimpan data – data terkait kependudukan tingkat RT
e.      Membantu kepala RT dalam penyebaran informasi kepada warga secara merata
f.      Menyediakan tempat untuk warga dalam memberiikan aspirasi (saran dan keluhan) yang menyangkut RT

3.     SASARAN
Sasaran pembangunan Aplikasi Sistem Informasi Rukun Tetangga (SIRT) adalah sebagai berikut :
a.      Adanya sistem informasi sebagai tempat warga untuk mengajukan surat-surat tertentu kepada kepala RT
b.     Adanya sistem informasi sebagai tempat pemberitahuan mengenai informasi-informasi RT setempat
c.      Adanya sistem informasi sebagai informasi mengenai agenda RT dalam periode tertentu
d.     Adanya sistem informasi yang memudahkan dalam pelayanan RT
e.      Adanya sistem informasi yang memudahkan dalam pemeliharaan data – data kependudukan tingkat RT

4.     STANDAR TEKNIS
Standar teknis ‘platform’ yang menjadi acuan pembangunan aplikasi Sistem Informasi Rukun Tetangga (SIRT) antara lain :
·       Open Source Platform
Open source platform adalah platform yang dikembangkan oleh suatu komunitas dimana license menjadi public license. Open source platform biasa tergabung dalam GPL (General Public License).
·       Framework
Aplikasi Sistem Informasi Rukun Tetangga (SIRT) dikembangkan dengan menggunakan framework web server berbasis Java.

5.     LINGKUP KEGIATAN
Secara umum kegiatan – kegiatan yang tercakup dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan aplikasi Sistem Informasi Rukun Tetangga (SIRT) adalah sebagai berikut :
Tahap 1.
Melakukan persiapan pelaksanaan pekerjaan dengan melakukan survey langsung kepada salah satu kelapa RT.
Tahap 2.
Melakukan analisis kebutuhan
Tahap 3.
Melakukan perencanaan desain sistem informasi
Tahap 4.
Melakukan pemrograman sistem informasi
Tahap 5.
Melakukan evaluasi dengan mengisi form terkait kepuasan, saran, kritik ataupun keluhan pengguna terhadap aplikasi Sistem Informasi Rukun Tetangga (SIRT).
Tahap 6.
Melakukan maintenance berdasarkan form yang telah diisi oleh pengguna pada tahap sebelumnya.

6.     KELUARAN
Keluaran dari kegiatan pembuatan aplikasi Sistem Informasi Rukun Tetangga (SIRT) adalah sebagai berikut :
a.      Sistem Informasi Rukun Tetangga
b.     Dokumentasi dan laporan akhir pembuatan SIRT
c.      Buku Panduan SIRT
d.     Pelatihan selama 1 bulan

7.     WAKTU PELAKSANAAN KEGIATAN
Jangka waktu penyelesaian kegiatan ini selambat-lambatnya adalah 3 (tiga) bulan.

8.     IDENTIFIKASI PERMASALAHAN
Identifikasi permasalahan yang menjadi dasar pembuatan aplikasi Sistem Informasi Rukun Tetangga (SIRT) adalah sebagai berikut :
a.      Belum adanya sistem informasi RT yang dapat diakses dengan mudah
b.     Sulit mengetahui informasi RT yang transparan
c.      Sulit bagi kepala RT memberikan informasi kepada warga secara merata
d.     Sebagai tempat untuk menaikkan citra positif RT setempat

9.     PENUTUP
Demikian Proposal Sistem Informasi Rukun Tetangga (SIRT) berbasis online.




Sita Nurjayanti

Minggu, 05 Maret 2017

Kerangka Acuan Kerja - (MPPL 2)

KERANGKA ACUAN KERJA
SISTEM INFORMASI RUKUN TETANGGA (SIRT)

  1. PENDAHULUAN
    1. Latar Belakang
Rukun Tetangga merupakan merupakan suatu organisasi kemasyarakatan yang dibentuk melalui musyawarah masyarakat setempat dalam rangka pelayanan pemerintahan dan kemasyarakatan yang ditetapkan oleh kelurahan dan dibina oleh pemerintah. RT memiliki peranan yang penting dalam memelihara serta melestarikan nilai – nilai kehidupan masyarakat. Oleh karena itu,  sebagai RT harus dapat memberikan layanan yang baik bagi warganya sehingga tercipta lingkungan masyarakat yang nyaman dan tentram.

Dalam menjalankan tugasnya, RT mengalami beberapa kendala, salah satunya yaitu ketika warga sedang membutuhkan pelayanan yang cepat padahal kenyataannya RT tidak selalu 24 jam berada di rumah siap sedia untuk melayani warganya.

Sistem informasi rukun tetangga merupakan sistem baru untuk memudahkan RT dalam melayani warganya. Selain itu, dengan adanya sistem informasi rukun tetangga ini pula, warga pun juga akan menjadi lebih mudah dalam melakukan urusan terkait RT, hal ini dikarenakan sistem dapat diakses dengan mudah dimanapun dan kapanpun.
    1. Maksud dan Tujuan
Maksud yang dikehendaki dari kegiatan ini adalah pembangunan aplikasi Sistem Informasi Rukun Tetangga yang berbasis online.
Sedangkan berikut ini adalah beberapa tujuan dari pembangunan aplikasi Sistem Informasi Rukun Tetangga (SIRT) :
a.      Memberikan informasi mengenai profil RT
b.     Memberikan informasi tentang kegiatan – kegiatan RT
c.      Membantu warga  dalam pengajuan surat – surat tertentu kepada kepala RT
d.     Menyimpan data – data terkait kependudukan tingkat RT
e.      Membantu kepala RT dalam penyebaran informasi kepada warga secara merata
f.      Menyediakan tempat untuk warga dalam memberiikan aspirasi (saran dan keluhan) yang menyangkut RT
    1. Sasaran
Sasaran pembangunan Aplikasi Sistem Informasi Rukun Tetangga (SIRT) adalah sebagai berikut :
a.      Adanya sistem informasi sebagai tempat warga untuk mengajukan surat-surat tertentu kepada kepala RT
b.     Adanya sistem informasi sebagai tempat pemberitahuan mengenai informasi-informasi RT setempat
c.      Adanya sistem informasi sebagai informasi mengenai agenda RT dalam periode tertentu
d.     Adanya sistem informasi yang memudahkan dalam pelayanan RT
e.      Adanya sistem informasi yang memudahkan dalam pemeliharaan data – data kependudukan tingkat RT
    1. Hasil Akhir yang Diharapkan
Hasil akhir yang diharapkan dari kegiatan pembuatan aplikasi Sistem Informasi  Rukun Tetangga ini adalah sebagai berikut :
a.      Tersedianya sistem informasi RT yang dapat digunakan untuk mengelola data – data RT
b.     Tersedianya sistem informasi RT yang dapat digunakan untuk memberikan informasi serta pengumuman yang cepat, terpusat dan terkini.

    1. WaktuPelaksanaanKegiatan
Secara keseluruhan, kurun waktu yang tersedia untuk melaksanakan dan menyelesaikan kegiatan pembuatan sistem informasi rukun tetangga adalah selambat – lambatnya 3 (tiga) bulan kalender.
2.     RUANG LINGKUP PEKERJAAN
1.     Perencanaan dan Persiapan Pelaksanaan Pekerjaan
Kegiatan pembuatan sistem informasi rukun tetangga diawali dengan :
a.      Survey
·       Mengumpulkan data – data yang diperlukan
·       Mendapatkan gambaran mengenai kebutuhan
b.     Penyusunan rencana pelaksanaan pekerjaan

2.     Perancangan Sistem
a.      Deskripsi Sistem
b.     Pertimbangan – pertimbangan desain
c.      Arsitektur Sistem
d.     User Interface Design

3.     Implementasi Sistem
Implementasi sistem dilakukan berdasarkan rancangan sistem yang telah dihasilkan pada tahap sebelumnya.

4.     Uji Coba Operasional
Uji coba operasional dilakukan untuk menjamin beroperasinya sistem informasi yang baru sebagaimana yang diharapkan. Uji coba operasional harus dilakukan dalam satu periode waktu yang mencerminkan siklus hidup sistem sehari – harinya pada saat digunakan untuk melakukan transaksi.

5.     Pelatihan Bagi Para Calon Pengguna Sistem
Untuk menjamin kelangsungan operasi sistem informasi yang baru maka selama pekerjaan harus terjadi alih teknologi antara Tim Pengembang kepada klien.

3.     SERAHAN PEKERJAAN
Serahan pekerjaan yang diharapkan dari kegiatan ini adalah sebagai berikut :
1.     Sistem server yang telah erinstall di PC klien
2.     Laporan kemajuan pekerjaan
3.     Dokumentasi pekerjaan

4.     TENAGA AHLI
1.     Project Manager, minimal S1 Teknik Informatika dan berpengalaman kerja minimal 1 tahun dibidangnya.
2.     System Analyst, minimal S1 Teknik Informatika.
3.     UI Designer, minimal S1 Teknik Informatika.
4.     Database administrator, minimal S1 Teknik Informatika.
5.     Web Engineer, minimal S1 Teknik Informatika.
6.     Documentator, minimal S1 Teknik Informatika

5.     PEMBIAYAAN KEGIATAN
Kegiatan ini diperkirakan membutuhkan biaya sebesar Rp. 15.000.000,- yang bersumber dari  dana pemerintahan kota Surabaya.