NRP : 5114100019
Kelas : MPPL B
Sekolah : SMA N 1 Blora
Link : http://sma1blora.sch.id/
STUDI KELAYAKAN SISTEM INFORMASI APLIKASI PENDIDIKAN PPDB BERBASIS ONLINE PADA SMA NEGERI 1 BLORA
PENDAHULUAN
A. Pernyataan Masalah
Dalam proses penerimaan peserta didik baru (PPDB), SMA Negeri 1 Blora sudah menggunakan sistem online, yaitu melalui sistem informasi PPDB terpusat di kabupaten Blora. Sistem Informasi PPDB kabupaten Blora ini merupakan bagian dari Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan PPDB (SIAP PPDB) Online guna membantu Dinas Pendidikan dalam pelaksanaan penerimaan mahasiswa baru dilakukan secara online dan memberikan informasi tepat waktu dan transparan bagi masyarakat.
Walaupun proses pendaftaran peserta didik baru sudah menggunakan sistem informasi berbasis online, namun masih ada beberapa proses yang masih manual, yaitu peserta harus mendatangi langsung ke SMA untuk melakukan tahap tersebut, salah satunya yaitu tahap daftar ulang dan verifikasi.
B. Lingkungan Implementasi
Lingkungan implementasi dari sistem ini yaitu di SMA Negeri 1 Blora, Jalan Tentara Pelajar No 21, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
BAHAN DAN METODE
A. Konsep Dasar Sistem
Sistem informasi adalah kombinasi dari manusia, fasilitas atau alat teknologi, media, prosedur dan pengendalian yang ditujukan untuk mengatur jaringan komunikasi yang penting, proses transaksi tertentu dan rutin, membantu manajemen dan pemakai intern dan ekstern dan menyediakan dasar untuk pengambilan keputusan yang tepat (John F. Nash, 1995).
B. Studi Kelayakan
Sebelum memulai perencanaan suatu proyek, diperlukan studi kelayakan terlebih dahulu. Studi kelayakan ini merupakan usaha untuk menentukan kadar atau pertimbangan terhadap suatu proyek. Berikut ini adalah faktor - faktor kelayakan dalam studi kelayakan (faktor kelayakan TELOS), antara lain:
1. Kelayakan Teknis
Dalam kelayakan teknis, terdapat kebutuhan sistem yang telah disusun dari aspek teknologi yang akan digunakan. Secara teknis, usulan kebutuhan sistem bisa dinyatakan layak apabila teknologi yang dikehendaki untuk pengembangan sistem merupakan teknologi yang mudah didapat, murah serta tingkat pemakaiannya mudah.
2. Kelayakan Ekonomi
Kelayakan ekonomi berhubungan dengan return investmen atau berapa lama biaya investasi dapat kembali. Aspek ekonomi ini menjadi pertimbangan utama dalam pengembangan sistem. Hal ini dikarenakan motivasi pengembangan sistem informasi pada perusahaan atau organisasi adalah motif keuntungan.
3. Kelayakan Operasional
Untuk mengukur apakah sistem yang akan dikembangkan dapat dioperasikan dengan baik atau tidak, maka diperlukanlah penilaian terhadap kelayakan operasional.
4. Kelayakan Hukum
Untuk menentukan apakah sistem yang akan dikembangkan menyimpang dari hukum - hukum yang berlaku atau tidak jika diterapkan di objek penelitian, maka diperlukanlah penilaian terhadap kelayakan hukum.
5. Kelayakan Jadwal
Untuk menentukan bahwa pengembangan sistem yang akan dikembangkan dapat dilaksanakan dalam batas waktu yang telah ditetapkan, maka diperlukanlah penilaian kelayakan jadwal.
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Kelayakan Teknik
Dalam kelayakan teknis, berfokus pada kebutuhan - kebutuhan sistem informasi aplikasi pendidikan PPDB SMA Negeri 1 Blora yang telah disusun dari aspek teknologi yang akan digunakan. Dalam proses pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMA Negeri 1 Blora tentu membutuhkan peralatan - peralatan yang mendukung sehingga dapat mempermudah pelaksanaannya.
1. Perangkat Keras
Processor: intel core i3
RAM: 2 GB
Hard Drive: 500 GBA. Konsep Dasar Sistem
Sistem informasi adalah kombinasi dari manusia, fasilitas atau alat teknologi, media, prosedur dan pengendalian yang ditujukan untuk mengatur jaringan komunikasi yang penting, proses transaksi tertentu dan rutin, membantu manajemen dan pemakai intern dan ekstern dan menyediakan dasar untuk pengambilan keputusan yang tepat (John F. Nash, 1995).
Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan PPDB (SIAP PPDB) Online merupakan sebuah sistem yang dirancang untuk melakukan otomasi penerimaan peserta didik baru (PPDB), mulai dari proses pendaftaran, proses seleksi hingga pengumuman hasil seleksi dilakukan secara online dan berbasis waktu nyata (realtime). Layanan sistem informasi dan aplikasi pendidikan online ini menghubungkan orang tua, siswa, guru, sekolah, dinas daerah, dan pusat secara terpadu dan akuntabel untuk Kemajuan Pendidikan Indonesia. Layanan ini diselenggarakan oleh Telkom Indonesia untuk dunia pendidikan di Indonesia.
B. Studi Kelayakan
Sebelum memulai perencanaan suatu proyek, diperlukan studi kelayakan terlebih dahulu. Studi kelayakan ini merupakan usaha untuk menentukan kadar atau pertimbangan terhadap suatu proyek. Berikut ini adalah faktor - faktor kelayakan dalam studi kelayakan (faktor kelayakan TELOS), antara lain:
1. Kelayakan Teknis
Dalam kelayakan teknis, terdapat kebutuhan sistem yang telah disusun dari aspek teknologi yang akan digunakan. Secara teknis, usulan kebutuhan sistem bisa dinyatakan layak apabila teknologi yang dikehendaki untuk pengembangan sistem merupakan teknologi yang mudah didapat, murah serta tingkat pemakaiannya mudah.
2. Kelayakan Ekonomi
Kelayakan ekonomi berhubungan dengan return investmen atau berapa lama biaya investasi dapat kembali. Aspek ekonomi ini menjadi pertimbangan utama dalam pengembangan sistem. Hal ini dikarenakan motivasi pengembangan sistem informasi pada perusahaan atau organisasi adalah motif keuntungan.
3. Kelayakan Operasional
Untuk mengukur apakah sistem yang akan dikembangkan dapat dioperasikan dengan baik atau tidak, maka diperlukanlah penilaian terhadap kelayakan operasional.
4. Kelayakan Hukum
Untuk menentukan apakah sistem yang akan dikembangkan menyimpang dari hukum - hukum yang berlaku atau tidak jika diterapkan di objek penelitian, maka diperlukanlah penilaian terhadap kelayakan hukum.
5. Kelayakan Jadwal
Untuk menentukan bahwa pengembangan sistem yang akan dikembangkan dapat dilaksanakan dalam batas waktu yang telah ditetapkan, maka diperlukanlah penilaian kelayakan jadwal.
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Kelayakan Teknik
Dalam kelayakan teknis, berfokus pada kebutuhan - kebutuhan sistem informasi aplikasi pendidikan PPDB SMA Negeri 1 Blora yang telah disusun dari aspek teknologi yang akan digunakan. Dalam proses pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMA Negeri 1 Blora tentu membutuhkan peralatan - peralatan yang mendukung sehingga dapat mempermudah pelaksanaannya.
1. Perangkat Keras
Processor: intel core i3
RAM: 2 GB
Monitor: Lenovo
Keyboard: Toshiba
Mouse: Logitech
Printer: Canon Pixma
2. Perangkat Lunak
Sistem Operasi: Windows versi 7
Desain Sistem: Power Designer
Text Editor: Sublime, Notepad++
Web Browser: Google Chrome
Database Server: MySQL
Web Server: Xampp
3. Arsitektur Jaringan
Sistem menggunakan asitektur jaringan komputer dengan metode client-server. Terdapat sebuah server yang terpusat di Telkom yang dapat diakses oleh banyak client.
4. Infrastruktur
Sarana lainnya yang menunjang dalam proses PPDB SMA Negeri 1 Blora adalah sebagai berikut:
a. Komputer: terdapat lebih 100 komputer yang tersedia di SMA Negeri 1 Blora
b. Jaringan Internet: terdapat sekitar 5 wifi yang tersedia di SMA Negeri 1 Blora
Menilai Kelayakan Teknik:
Sistem PPDB baru dapat digunakan serta didirikan menggunakan teknologi yang sudah ada. Teknologi yang digunakan pun tergolong baru bagi pengguna. Hasil penilaian kelayakan teknik untuk sistem PPDB adalah 8.6.
B. Kelayakan Ekonomi
Dalam penilaian analisa biaya dan manfaat, dibutuhkan 2 komponen, yaitu:
1. Komponen Biaya
Biaya dalam implementasi sistem ini, yaitu:
Biaya sosialisasi dan pelatihan, biaya pengadaan, biaya pengembangan, biaya operasi dan perawatan.
2. Komponen Manfaat
Manfaat yang didapatkan dalam sistem informasi ini, yaitu dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
a. Keuntungan berwujud
Merupakan keuntungan yang berupa penghematan atau peningkatan dalam administrasi yang dapat diukur dalam bentuk satuan nilai uang. Keuntungan berwujud dalam sistem ini antara lain: Pengurangan biaya operasi, pengurangan biaya lembur, dan pengurangan biaya perlengkapan yang mendukung.
b. Keuntungan tak berwujud
Merupakan keuntungan yang berupa penghematan atau peningkatan dalam administrasi yang sulit diukur dalam bentuk satuan nilai uang. Keuntungan tak berwujud dalam sistem ini antara lain: Keandalan dan ketersediaan sistem, peningkatan efektivitas pegawai dan akademiknya, serta peningkatan kepuasan calon peserta didik baru dan masyarakat pada umumnya.
Menilai Kelayakan Ekonomi:
Nilai kelayakan ekonomi terhadap sistem ini adalah 7.6.
C. Kelayakan Operasional
1. Performance
Sistem yang lama: dalam proses verifikasi, 10 peserta didik baru membutuhkan waktu selama 60 menit.
Sistem yang baru: dalam proses verifikasi, 10 peserta didik baru membutuhkan waktu selama 10 menit.
2. Informasi
Sistem yang lama: informasi tersampaikan dengan waktu yang relatif lama.
Sistem yang baru: informasi dapat tersampaikan secara langsung, cepat dan terkini.
3. Kontrol
Sistem yang lama: pengawasan dan pengontrolan harus dilakukan di tempat, selain itu berkas - berkas yang disimpan secara manual (offline) rawan hilang.
Sistem yang baru: pengawasan dan pengontrolan akan lebih mudah jika dalam sistem yang dapat menyimpan semua berkas - berkas secara online. Selain itu juga dapat dilakukan pengontrolan secara langsung kapan saja dan dimana saja.
4. Efisiensi
Sistem yang lama: proses dilakukan secara semi-manual sehingga memerlukan waktu yang lama.
Sistem yang baru: proses dilakukan keseluruhan secara online sehingga memerlukan waktu yang lebih singkat dan cepat.
5. Pelayanan
Sistem yang lama: pelayanan lambat dalam penanggapannya (slowresponse) karena terbatas oleh sumber daya.
Sistem yang baru: pelayanan akan lebih cepat karena akan ada penambahan sumber daya.
Menilai Kelayakan Operasional:
Nilai kelayakan operasional terhadap sistem ini adalah 8.0.
Keyboard: Toshiba
Mouse: Logitech
Printer: Canon Pixma
2. Perangkat Lunak
Sistem Operasi: Windows versi 7
Desain Sistem: Power Designer
Text Editor: Sublime, Notepad++
Web Browser: Google Chrome
Database Server: MySQL
Web Server: Xampp
3. Arsitektur Jaringan
Sistem menggunakan asitektur jaringan komputer dengan metode client-server. Terdapat sebuah server yang terpusat di Telkom yang dapat diakses oleh banyak client.
4. Infrastruktur
Sarana lainnya yang menunjang dalam proses PPDB SMA Negeri 1 Blora adalah sebagai berikut:
a. Komputer: terdapat lebih 100 komputer yang tersedia di SMA Negeri 1 Blora
b. Jaringan Internet: terdapat sekitar 5 wifi yang tersedia di SMA Negeri 1 Blora
Menilai Kelayakan Teknik:
Sistem PPDB baru dapat digunakan serta didirikan menggunakan teknologi yang sudah ada. Teknologi yang digunakan pun tergolong baru bagi pengguna. Hasil penilaian kelayakan teknik untuk sistem PPDB adalah 8.6.
B. Kelayakan Ekonomi
Dalam penilaian analisa biaya dan manfaat, dibutuhkan 2 komponen, yaitu:
1. Komponen Biaya
Biaya dalam implementasi sistem ini, yaitu:
Biaya sosialisasi dan pelatihan, biaya pengadaan, biaya pengembangan, biaya operasi dan perawatan.
2. Komponen Manfaat
Manfaat yang didapatkan dalam sistem informasi ini, yaitu dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
a. Keuntungan berwujud
Merupakan keuntungan yang berupa penghematan atau peningkatan dalam administrasi yang dapat diukur dalam bentuk satuan nilai uang. Keuntungan berwujud dalam sistem ini antara lain: Pengurangan biaya operasi, pengurangan biaya lembur, dan pengurangan biaya perlengkapan yang mendukung.
b. Keuntungan tak berwujud
Merupakan keuntungan yang berupa penghematan atau peningkatan dalam administrasi yang sulit diukur dalam bentuk satuan nilai uang. Keuntungan tak berwujud dalam sistem ini antara lain: Keandalan dan ketersediaan sistem, peningkatan efektivitas pegawai dan akademiknya, serta peningkatan kepuasan calon peserta didik baru dan masyarakat pada umumnya.
Menilai Kelayakan Ekonomi:
Nilai kelayakan ekonomi terhadap sistem ini adalah 7.6.
C. Kelayakan Operasional
1. Performance
Sistem yang lama: dalam proses verifikasi, 10 peserta didik baru membutuhkan waktu selama 60 menit.
Sistem yang baru: dalam proses verifikasi, 10 peserta didik baru membutuhkan waktu selama 10 menit.
2. Informasi
Sistem yang lama: informasi tersampaikan dengan waktu yang relatif lama.
Sistem yang baru: informasi dapat tersampaikan secara langsung, cepat dan terkini.
3. Kontrol
Sistem yang lama: pengawasan dan pengontrolan harus dilakukan di tempat, selain itu berkas - berkas yang disimpan secara manual (offline) rawan hilang.
Sistem yang baru: pengawasan dan pengontrolan akan lebih mudah jika dalam sistem yang dapat menyimpan semua berkas - berkas secara online. Selain itu juga dapat dilakukan pengontrolan secara langsung kapan saja dan dimana saja.
4. Efisiensi
Sistem yang lama: proses dilakukan secara semi-manual sehingga memerlukan waktu yang lama.
Sistem yang baru: proses dilakukan keseluruhan secara online sehingga memerlukan waktu yang lebih singkat dan cepat.
5. Pelayanan
Sistem yang lama: pelayanan lambat dalam penanggapannya (slowresponse) karena terbatas oleh sumber daya.
Sistem yang baru: pelayanan akan lebih cepat karena akan ada penambahan sumber daya.
Menilai Kelayakan Operasional:
Nilai kelayakan operasional terhadap sistem ini adalah 8.0.
D. Kelayakan Hukum
Sistem dibangun atas kesepakatan oleh dinas pendidikan kabupaten Blora. Semua data - data yang berkaitan di dalamnya telah terjaga sebagaimana mestinya. Hanya pihak tertentu yang sesuai dengan wewenangnya yang dapat mengakses data tertentu. Selain itu, sistem yang dikembangkan ini dipertanggungjawabkan oleh Telkom selaku penyelenggara layanan.
Menilai Kelayakan Hukum:
Nilai kelayakan hukum terhadap sistem ini adalah 9.2.
E. Nilai Akhir Faktor Kelayakan
Total nilai dari semua kelayakan yang telah dianalisa diatas adalah 33.4. Sehingga nilai rata - rata dari keseluruhan nilai adalah 33.4/4 = 8.35.
Jadi dapat dikatakan bahwa perancangan pengembangan sistem informasi yanag dievaluasi adalah LAYAK(B), dengan resiko pengeembangan sistem yang cukup rendah.
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan analisis studi kelayakan yang telah dipaparkan diatas, dapat disimpulkan bahwa:
1. Dari hasil analisis studi kelayakan TELOS terhadap sistem informasi PPDB online SMA Negeri 1 Blora diatas, ternyata sistem tersebut layak untuk dikembangkan.
2. Untuk selanjutnya, proses sistem verifikasi online berbasis web dapat dikembangkan dalam proses pendaftaran peserta didik baru (PPDB) SMA Negeri 1 Blora.
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan diatas, maka didapatkan beberapa saran sebagai berikut:
1. Untuk analisis studi kelayakan kemudian, seharusnya lebih diperlengkap lagi. Selain itu juga perlu ditambahkan analisis PDM dan MURRE, sehingga bukan hanya analisis studi kelayakan TELOS saja.
2. Dalam proses pendaftaran peserta didik baru (PPDB) SMA Negeri 1 Blora selanjutnya, proses sistem verifikasi online berbasis web dapat langsung diimplementasikan.
DAFTAR PUSTAKA
http://www.fajarbaskoro.blogspot.co.id/2017/03/mppl17-06-kelayakan-proyek.html
http://www.dosenpendidikan.com/12-pengertian-dan-fungsi-sistem-informasi-menurut-para-ahli/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar